Sejarah Singkat IAIN Ar-Raniry

IAIN Ar-Raniry diresmikan berdirinya pada tanggal 5 Oktober 1963 sebagai IAIN ketiga di Indonesia setelah IAIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peresmian ini didahului oleh berdiri Fakultas Syari'ah pada Tahun 1960 dan Fakultas Tarbiyah pada tahun 1962, sebagai cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogjakarta. Di samping itu pada tahun 1962 didirikan Fakultas Ushuluddin sebagai Fakultas swasta di Banda Aceh.

Setelah beberapa tahun menjadi cabang dari IAIN Yogyakarta, fakultas-fakultas tersebut berinduk ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama enam bulan sampai IAIN Ar-Raniry diresmikan. Pada saat diresmikan pada tanggal 5 Oktober 1963, IAIN Ar-Raniry telah memiliki tiga Fakultas, yaitu Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin. Kemudian pada tahun 1968 diresmikan Fakultas Dakwah dan pada tahun 1983 didirikan Fakultas Adab.

IAIN adalah singkatan dari Institut Agama Islam Negeri dan kata Ar-Raniry yang dinisbahkan kepada IAIN Banda Aceh adalah nama seorang Ulama besar dan mufti yang sangat berpengaruh pada masa Sultan Iskandar Tsani (1637-1641). Ulama besar tersebut nama leng-kapnya Syeikh Nuruddin Ar-Raniry yang berasal dari Raniry (sekarang Rander) di Gujarat, India telah memberikan konstribusi yang amat berharga dalam pengembangan pemikiran Islam di Asia Tenggara khususnya di Aceh.

IAIN Ar-Raniry sejak didirikan pada tahun 1963, telah dipimpin oleh beberapa rektor, yaitu Gubernur A. Hasjmy (1963-1965), sekarang Prof. A. Hasjmy), Drs. H. Ismuha (Alm. Prof.Dr. H.Ismuha, SH.) (1965-1972), Ahmad Daudy, MA (sekarang Dr. H. Ahmad Daudy, MA) (1972-1976), Prof. A. Hasjmy (1976-1982), Prof. H. Ibrahim Husein, MA (1982-1990), Drs. H. Abd. Fattah (1990-1996) dan sekarang Dr. H. Safwan Idris, MA (1996 sampai sekarang).


Home Adab Dakwah Syari'ah Tarbiyah Ushuluddin Pascasarjana

Copyrights Yamaba 1998
WebMaster: Mawardi@Muslim.Com